Kemarin, kamu memberikan senyuman terindah itu lagi padaku. Membuatku bahagia dan merasa bahwa kita akan baik-baik saja.
Hari ini, kau tunjukkan adegan itu di depanku. Dengan mata kepalaku sendiri, aku melihat kau berjalan seiringan dengan dia. Dia adalah teman kita, teman yang baru saja kita kenal. Kau tak canggung untuk berjalan di sampingnya, berbincang menuju parkiran sepeda. Sementara aku di belakangmu, kau tak peduli.
tak pernah kamu berani berjalan beriringan di sampingku di depan teman-teman. Kini kau berjalan dengannya di depan semua teman-teman kita.
Tahukah kamu bagaimana hati ini dengan susah payah menguatkan diri sendiri?
Cuaca siang tadi benar-benar panas, matahari di atas kepala, emosiku di ubun-ubun. Melihat kau berusaha mengejar langkahnya, menyamakan posisi kaki kalian.
Aku hanya menghela napas panjang, meminimalisir kemarahan hati. Di jalan lah aku mencurahkan kepuasan itu. Kebut-kebutan. Tak mau tahu dengan seseorang di balik punggungku mencengkram erat bajuku.
Ahhhh...
Belajar ikhlas untuk melepaskan kamu itu sulit. Di satu waktu kamu memberiku semangat, namun di lain waktu kamu menjatuhkan aku dengan sikapmu. Tidak, aku tidak akan mengekangmu. Aku tidak akan meminta kamu untuk selalu ada untukku seperti janjimu dulu. Aku hanya butuh waktu untuk melepas keinginan hati memilikimu.
Hari ini aku mendengar banyak berita tentang kalian. Sepertinya kamu menikmati kedekatan kalian. Ya sudahlah, aku tidak ingin mengusik kebahagiaan kamu. Jika memang kamu bisa tersenyum dengan berita itu, bisa bahagia dengan seseorang yang lembut dan manis seperti dia, aku akan berusaha menerima kekalahanku.
Tapi jangan lagi kamu berharap aku akan memintamu untuk kembali di hadapanku. Aku hanya meminta kamu untuk tidak lagi menyentuh sedikitpun hatiku. Biarkan aku hilang dengan caraku. Biarkan aku menjaga hati ini dengan caraku.
Terima kasih...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar