Senin, 09 Juli 2012

Memang Sebenarnya Butuh

Tuhan, tak perlu aku menuliskan banyak hal, aku yakin Engkau akan tahu apa yang aku rasa dan aku inginkan saat ini. Ada banyak pikiran yang melintas saat aku diam, saat aku berada di sampingnya. Aku merasa damai hanya dengan melihat wajahnya, berada di sekitarnya, dan mendengarkan suaranya. Aku tak pernah merasakan hal ini, Tuhan.
Tuhan, ini adalah kali pertama aku merasakan rasa yang aneh di antara sekian banyak kisah yang telah tercipta bersama kaum Adam.
Aku suka dengan semua yang ada padanya. Seakan tak peduli bagaimana dia melalui sebagian napasnya sebelum kisah ini. 
Tuhan, aku bingung bagaimana harus merangkai kata melukiskan harapan akan kisah ini, namun aku tahu Engkau tak butuh rangkaian abjad. 
Tuhan, jadikan semua lancar sesuai apa yang aku harap.
Tuhan, semalam dia berkata bahwa sebuah status tidaklah penting. Aku akui, untuk saat ini, aku masih tak ingin terikat, apalagi ketika aku tahu dia masih menyimpan rasa pada masa lalu. Memang sebuah status tidak penting bagiku saat ini, sama seperti yang dia katakan. Namun kelak, aku membutuhkan sebuah keputusan mutlak, sebuah kepastian. Bukan semacam hak milik yang bisa dipindah tangan, aku bukan barang. Aku hanya ingin dimiliki, dipertahankan.
Tuhan, ajarkan aku untuk menatap hubungan ini. Aku tak ingin kehilangan dia, hanya itu, Tuhan. Aku tak ingin kehilangan perhatiannya, senyumnya, tawanya, pengertiannya, semua tentangnya.
Bantu aku, Tuhan...
Amin...
:)
- V -

Sabtu, 07 Juli 2012

Mencoba Meyakinkan Dia


Tuhan, aku suka suaranya. Aku suka perhatiannya. Aku suka tatapannya. Aku suka caranya menenangkan hati ini. Aku suka tawanya. Aku suka senyumnya. Aku suka ceritanya. Aku suka kejujurannya. Aku suka semua yang ada pada dirinya.
Mungkin ia tak akan pernah percaya apa yang aku rasa dan aku katakan walau aku telah mengatakannya dengan ketulusan dan kejujuran. Namun aku tak peduli itu. Cukup di sampingnya saja telah menjadikan aku damai.
Aku semakin merindukan dia. Aku semakin tak ingin melepasnya. Entah apa yang telah mereka katakan tentang dia. Tak peduli bagaimana masa lalunya, aku hanya ingin masa depan yang baik dengannya, salahkah..??
Memperbaiki kerusakan memang tidak mudah, namun aku yakin pasti akan jalan. Aku yakini itu, maka aku bertahan dengan dia. Tak ada manusia sempurna di dunia ini, begitu pula aku, maka siapalah aku jika mencari kesempurnaan darinya..??
Tuhan, dia telah mengajarkan padaku tentang banyak hal tanpa ia sadari. Dia hebat di mataku tanpa ia sadari. Dia tak pernah menyadari itu karena dia terlalu sibuk menilai kerendahannya sendiri. Terlalu bersembunyi di balik kekurangannya.
Tuhan, salahkah rasa ini yang memang menginginkan dia? Salahka rasa ini yang meyakini dia? Memang aku masih saja merasa takut untuk melangkah di kisah yang baru. Memang aku masih tak ingin merasakan keterikatan yang memberikan bayangan tentang perpisahan. Namun aku tetap membutuhkan kedamaian, dan kedamaian itu ada padanya. Maka izinkan aku untuk terus berada pada jalur ini, Tuhan. Menunggu dia berpaling pada rasa ini untuk kemudian menyentuhnya tanpa ragu.
Sampai kapan aku menunggu? Sampai dia telah menemukan kedamaiannya sendiri. Sementara aku menunggu, akan kuyakinkan dia akan rasa ini. Semoga Tuhan mengerti akan inginku hingga Tuhan memberikan ruang sabar yang begitu luas padaku.
Tuhan, bantu umat-Mu ini untuk meyakinkan dia... Amin...
:)
- V -

Yang Terdalam

Pagi yang aneh bagiku. Mendengar suaramu adalah biasa untukku, tapi tidak dengan pagi ini. Aku benar-benar merasakan ketakutan yang merasuk. Aku takut kelak tak dapat mendengar suaramu lagi. Aku tak ingin itu terjadi.
Beberapa hari ini aku diam, bercengkrama dengan hatiku sendiri. Meyakinkan hati akan apa yang tengah aku alami bersamamu.
"Aku merasa aneh dengan diriku sendiri." katamu di seberang sana.
"Kenapa?"
"Nggak tau. Dulu aku gak SMS seharian gak masalah, tapi sekarang, aku kepikiran." dengan susah payah kamu merangkai kata hingga aku mengerti.
"SMS aku?" aku mencoba meyakinkan apa yang aku pikirkan.
"Iya." jawabmu menjawab pertanyaanku.
Tahukah kamu? Saat itu aku berkata dalam hati, 'Itulah yang aku rasakan saat aku jatuh cinta padamu. apakah kamu telah melabuhkan hati padaku tanpa kau sadari?'
Selang setelah itu, kita berdiam diri. Tak ada topik. Walau pikiranku melayang hingga batas wajar dan aku harap kau mengerti tanpa perlu aku katakan, kita tetap saja diam.
"Ta?" panggilmu dari seberang sana.
"Hem? Apa?"
"Nggak ada, cuma pengen denger suaramu."
Tuhaaaaan.... sekali ini aku luluh. Benar-benar luluh dengannya. Tuhan, aku akui aku semakin sayang padanya. Bukan hanya karena ia mampu membuatku melayang, tapi juga karena proses yang ia ciptakan. Aku suka dengan semua caranya yang berusaha membuatku nyaman. Aku suka dengan perhatian semunya. Aku suka semua yang ada padanya. 
Tuhan, aku ingin dia. Aku ingin memulai kisah dengan dia.
Tuhan, aku tak ingin kehilangan dia. Aku tak ingin, Tuhan...
Tuhan, aku hanya ingin bersanding dengannya, merasakan perasaan yang sama, berbahagia bersama, dan melawan badai bersama. Aku ingin, Tuhan. Aku ingin....
Tuhan, sesak dada ini jika mengingat dia masih menyimpan cinta untuk masa lalu sementara aku telah banyak berharap padanya. Tuhan, bisakah Kau hapus rasa sayang dia pada masa lalunya dan berpaling pada kasih ini? Melihat aku dengan nyata yang ada di sampingnya?
Tuhan, aku butuh bantuan-Mu untuk meluluhkan hatinya.
Tolong aku, Tuhan...
Ini doaku yang terdalam saat ini, Tuhan...
Amin...
- V -

Jumat, 06 Juli 2012

Surga Yang Tertunda

Tuhan, aku ini manusia, bukan robot. Mengapa mereka dengan mudahnya mengendalikan aku? Mengapa mereka memanfaatkan kelemahan yang aku miliki?
Tuhan, tahukah Engkau bahwa hati ini menjerit?
Ya, aku tahu dan sangat tahu Engkau mendengar jeritannya.
Mengapa tak kau cabut saja nyawa ini, Tuhan?
Aku ingin merasakan damai dalam pelukmu saja.
Aku tak ingin menjalani hidup ini jika memang ini yang menjadi peranku.
Tidak, Tuhan...
Aku tidak menyalahkan Engkau yang Maha Agung.
Aku pun tidak menyesal telah terlahir dari rahim wanita yang mungkin tak mengharap kehadiranku sehingga menjadikan aku boneka yang ia mau.
Tuhan, aku bukan sejenis Malin Kundang yang ingin terkutuk karena durhaka, aku tak ingin, Tuhan....
Tapi, Tuhan...
Aku ingin sekali menolak apa yang diinginkannya. Sekali saja. Aku ingin menolak apa yang terlontar dari mulutnya.
Tuhan, aku muak dengan ocehannya, keluhannya, amarahnya, dan semua yang menjadi beban di hatinya. Bukan aku tak pedulii padanya, hanya saja aku lelah mendengarkannya. Aku lelah, lelah sekali. Adakah waktu untuk hidupku sendiri?
Aku tak ingin kekesalan ini menjadi surga yang tertunda bagiku....

Kamis, 05 Juli 2012

Bukan Obral Hati

Semalam, aku sengaja menunggu waktu hingga pergantian hari. Aku ingin sekali menjadi yang pertama mengucap "Selamat ulang tahun yaaa..." untuk kamu. Memang benar itu telah terjadi. Di tengah dinginnya malam, kabut yang kian menebal dan nyamuk-nyamuk yang menggigit, dengan sabar kau temani aku. Kita kembali mengurai cerita tentang masa lalu.
Kau tahu, aku tak mungkin kembali dengan masa laluku yang telah menghianati aku. Kemudian aku tahu, kau masih saja berharap kembali pada dia yang juga telah menghianatimu.
Kau tahu? Aku menangis dalam hati. Aku memang menangis saat kau tanya, "Kenapa kok nangis? Aku salah dimana?"
Sungguh, aku merasa sakit saat itu. Namun aku tak ingin kamu tahu itu, maka aku berbohong untuk menutupi sedih. Kembali aku mengarahkan pembicaraan kita. 

"Mungkin aku akan kembali tenang jika ia telah menikah dengan orang lain." begitu ucapmu ketika kamu bercerita tentang keadaanmu. 

Aku ingin berhenti dari kisah kita. Aku benar-benar ingin berhenti. Bisakah?
Aku pun tak tahu...
Jujur saja hati ini tela belajar untuk menerima kehadiranmu. Walau aku masih saja mengingat seseorang yang datang sebelum kamu. Seseorang yang masih saja bertahan dengan sifat angkuhnya. tak pernah memperdulikan perasaan ini. 

Kupikir kau sama saja dengan dia, tak pernah mengindahkan perasaan ini. Selalu saja meragukan apa yang aku katakan, apa yang aku rasakan.

Tuhan, entahlah apa yang kemudian akan terjadi. Aku tak mungkin menunggu dia yang tengah menunggu masa lalunya bersanding dengan orang lain. Aku ini perempuan. Aku ini punya batas waktu yang menuntutku untuk berhenti pada kisah ini dan mencari kisah yang lain. Bukan karena aku mengobral hati dan cinta, hanya saja aku tengah mencari pasangan yang bisa menerima aku, tanpa harus menuntutku lebih dan dihantui masa lalu. Aku tak ingin mengalami itu, dan aku yakin semua perempuan akan sama mengambil keputusan jika mereka berada di posisiku.

Kasih, terima kasih akhir- akhir ini kau telah memberikan kebahagiaan padaku. Namun aku akan mengenyahkan kebahagiaan itu karena itu hanya semu bagiku.
Bukan aku obral hati, Kasih...
Tolong pahami keadaan ini...

Walau aku sebenarnya tak ingin ini berakhir, namun kau telah memberikan peringatan untukku, "Berhenti sampai di sini saja"
:'(
Hari ini, di hari ulang tahunmu, aku ingin melepaskan kamu...

Maafkan aku...
Semoga kau bahagia dengan bayangan masa lalumu...

- V-

 

 

Jumat, 29 Juni 2012

Semakin Yakin

Semakin aku mengenalmu, semakin aku merasa damai. Semakin aku menyelami hatimu, semakin aku merasa yakin akan pilihan ini. Tak sadarkah kamu bahwa kamu lah yang telah memberikan banyak kebahagiaan pada hati ini? Mendengarkan suaramu saja telah menjadikan aku merindu pada hadirmu. Setiap kata yang kau ucapkan, seakan-akan ingin aku catat, aku rekam, dan aku simpan sebaik mungkin.
Aku suka dengan keterbukaan di antara kita. Ada rasa yang benar-benar berbeda di hati ini, aku merasa nyaman, sangat nyaman. Tak pernah aku merasakan ini pada hubunganku terdahulu. Seakan tak ada lagi kata-kata yang lain untukmu, selain kata nyaman. Aku semakin sadar, bahwa cinta ini terpupuk dengan alami. Semakin yakin aku akan rasa ini.
Kau memberikan rasa yang berbeda, aku suka itu.Sangat suka. Aku sangat suka dengan suaramu, aku suka dengan cara berpikirmu, aku suka dengan caramu bicara, menenangkan aku saat aku terlalu bingung menghadapi apa yang ada di depan mata, aku suka caramu mengendalikan hubungan ini, dan aku suka dengan caramu jujur pada hatimu.
Walau aku tahu betapa sakitnya hatimu saat ini karena masa lalumu, namun ijinkan aku untuk selalu berusaha menemanimu, mendampingimu, dan membantumu menyembuhkan luka itu. Yakini aku, maka aku akan semakin yakin padamu. Akan aku tunggu hingga kau merasa yakin bahwa aku lah yang terbaik untukmu.
- V -


Kamis, 21 Juni 2012

Bingung

Tuhan, ada apa denganku..??
Mengapa aku tak bisa mendengar kata hatiku sendiri..??
Tuhan, mengapa aku begini..??
Aku hanya ingin memilih dia sebagai yang terakhir, salahkah..??
Tuhan, bantu aku....
Sungguh aku sangat bimbang...
Aku butuh Engkau, Tuhan...

Sabtu, 16 Juni 2012

Rasa Ini

Kau tahu? Semakin hari aku semakin ingin dekat kamu.
Kau tahu? Semakin hari aku ingin memiliki kamu.
Adakah kamu tahu yang aku rasakan sebenarnya?
Aku hanya ingin memiliki kamu, membenahi setiap celah yang rusak.
Menerima kamu dengan segala apa yang telah kamu miliki.
Masa lalumu, kenanganmu, hatimu, sifatmu, dan semua tentag kamu.
Mengapa kau tak pernah percaya dengan apa yang aku rasakan?
Mengapa hatimu tak kunjung berikan keyakinan?
Harus berapa lama aku menunggumu?
Katakan, coba kau katakan.
Aku khawatir padamu, apakah ini pertanda aku mulai membuka hati untukmu?
Aku selalu mencari kehadiranmu, apakah ini pertanda aku mulai menyayangimu?
Bantulah aku untuk menjawabnya...
Rasa ini ada jika aku terus saja melangkah...
Apakah itu yang kau inginkan?
Rasa ini akan terus tumbuh jika kau menyiramnya dengan kasih...
Makan jangan biarkan aku melangkah seorang diri jika memang inginmu sama...
Jika memang rasamu sama...
- V -