Semalam, aku sengaja menunggu waktu hingga pergantian hari. Aku ingin sekali menjadi yang pertama mengucap "Selamat ulang tahun yaaa..." untuk kamu. Memang benar itu telah terjadi. Di tengah dinginnya malam, kabut yang kian menebal dan nyamuk-nyamuk yang menggigit, dengan sabar kau temani aku. Kita kembali mengurai cerita tentang masa lalu.
Kau tahu, aku tak mungkin kembali dengan masa laluku yang telah menghianati aku. Kemudian aku tahu, kau masih saja berharap kembali pada dia yang juga telah menghianatimu.
Kau tahu? Aku menangis dalam hati. Aku memang menangis saat kau tanya, "Kenapa kok nangis? Aku salah dimana?"
Sungguh, aku merasa sakit saat itu. Namun aku tak ingin kamu tahu itu, maka aku berbohong untuk menutupi sedih. Kembali aku mengarahkan pembicaraan kita.
"Mungkin aku akan kembali tenang jika ia telah menikah dengan orang lain." begitu ucapmu ketika kamu bercerita tentang keadaanmu.
Aku ingin berhenti dari kisah kita. Aku benar-benar ingin berhenti. Bisakah?
Aku pun tak tahu...
Jujur saja hati ini tela belajar untuk menerima kehadiranmu. Walau aku masih saja mengingat seseorang yang datang sebelum kamu. Seseorang yang masih saja bertahan dengan sifat angkuhnya. tak pernah memperdulikan perasaan ini.
Kupikir kau sama saja dengan dia, tak pernah mengindahkan perasaan ini. Selalu saja meragukan apa yang aku katakan, apa yang aku rasakan.
Tuhan, entahlah apa yang kemudian akan terjadi. Aku tak mungkin menunggu dia yang tengah menunggu masa lalunya bersanding dengan orang lain. Aku ini perempuan. Aku ini punya batas waktu yang menuntutku untuk berhenti pada kisah ini dan mencari kisah yang lain. Bukan karena aku mengobral hati dan cinta, hanya saja aku tengah mencari pasangan yang bisa menerima aku, tanpa harus menuntutku lebih dan dihantui masa lalu. Aku tak ingin mengalami itu, dan aku yakin semua perempuan akan sama mengambil keputusan jika mereka berada di posisiku.
Kasih, terima kasih akhir- akhir ini kau telah memberikan kebahagiaan padaku. Namun aku akan mengenyahkan kebahagiaan itu karena itu hanya semu bagiku.
Bukan aku obral hati, Kasih...
Tolong pahami keadaan ini...
Walau aku sebenarnya tak ingin ini berakhir, namun kau telah memberikan peringatan untukku, "Berhenti sampai di sini saja"
:'(
Hari ini, di hari ulang tahunmu, aku ingin melepaskan kamu...
Maafkan aku...
Semoga kau bahagia dengan bayangan masa lalumu...
- V-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar