Pagi yang aneh bagiku. Mendengar suaramu adalah biasa untukku, tapi tidak dengan pagi ini. Aku benar-benar merasakan ketakutan yang merasuk. Aku takut kelak tak dapat mendengar suaramu lagi. Aku tak ingin itu terjadi.
Beberapa hari ini aku diam, bercengkrama dengan hatiku sendiri. Meyakinkan hati akan apa yang tengah aku alami bersamamu.
"Aku merasa aneh dengan diriku sendiri." katamu di seberang sana.
"Kenapa?"
Beberapa hari ini aku diam, bercengkrama dengan hatiku sendiri. Meyakinkan hati akan apa yang tengah aku alami bersamamu.
"Aku merasa aneh dengan diriku sendiri." katamu di seberang sana.
"Kenapa?"
"Nggak tau. Dulu aku gak SMS seharian gak masalah, tapi sekarang, aku kepikiran." dengan susah payah kamu merangkai kata hingga aku mengerti.
"SMS aku?" aku mencoba meyakinkan apa yang aku pikirkan.
"Iya." jawabmu menjawab pertanyaanku.
Tahukah kamu? Saat itu aku berkata dalam hati, 'Itulah yang aku rasakan saat aku jatuh cinta padamu. apakah kamu telah melabuhkan hati padaku tanpa kau sadari?'
Selang setelah itu, kita berdiam diri. Tak ada topik. Walau pikiranku melayang hingga batas wajar dan aku harap kau mengerti tanpa perlu aku katakan, kita tetap saja diam.
"Ta?" panggilmu dari seberang sana.
"Hem? Apa?"
"Nggak ada, cuma pengen denger suaramu."
Tuhaaaaan.... sekali ini aku luluh. Benar-benar luluh dengannya. Tuhan, aku akui aku semakin sayang padanya. Bukan hanya karena ia mampu membuatku melayang, tapi juga karena proses yang ia ciptakan. Aku suka dengan semua caranya yang berusaha membuatku nyaman. Aku suka dengan perhatian semunya. Aku suka semua yang ada padanya.
Tuhan, aku ingin dia. Aku ingin memulai kisah dengan dia.
Tuhan, aku tak ingin kehilangan dia. Aku tak ingin, Tuhan...
Tuhan, aku hanya ingin bersanding dengannya, merasakan perasaan yang sama, berbahagia bersama, dan melawan badai bersama. Aku ingin, Tuhan. Aku ingin....
Tuhan, aku tak ingin kehilangan dia. Aku tak ingin, Tuhan...
Tuhan, aku hanya ingin bersanding dengannya, merasakan perasaan yang sama, berbahagia bersama, dan melawan badai bersama. Aku ingin, Tuhan. Aku ingin....
Tuhan, sesak dada ini jika mengingat dia masih menyimpan cinta untuk masa lalu sementara aku telah banyak berharap padanya. Tuhan, bisakah Kau hapus rasa sayang dia pada masa lalunya dan berpaling pada kasih ini? Melihat aku dengan nyata yang ada di sampingnya?
Tuhan, aku butuh bantuan-Mu untuk meluluhkan hatinya.
Tolong aku, Tuhan...
Ini doaku yang terdalam saat ini, Tuhan...
Amin...
Tuhan, aku butuh bantuan-Mu untuk meluluhkan hatinya.
Tolong aku, Tuhan...
Ini doaku yang terdalam saat ini, Tuhan...
Amin...
- V -

Tidak ada komentar:
Posting Komentar