Tuhan, tak perlu aku menuliskan banyak hal, aku yakin Engkau akan tahu apa yang aku rasa dan aku inginkan saat ini. Ada banyak pikiran yang melintas saat aku diam, saat aku berada di sampingnya. Aku merasa damai hanya dengan melihat wajahnya, berada di sekitarnya, dan mendengarkan suaranya. Aku tak pernah merasakan hal ini, Tuhan.
Tuhan, ini adalah kali pertama aku merasakan rasa yang aneh di antara sekian banyak kisah yang telah tercipta bersama kaum Adam.
Aku suka dengan semua yang ada padanya. Seakan tak peduli bagaimana dia melalui sebagian napasnya sebelum kisah ini.
Tuhan, aku bingung bagaimana harus merangkai kata melukiskan harapan akan kisah ini, namun aku tahu Engkau tak butuh rangkaian abjad.
Tuhan, jadikan semua lancar sesuai apa yang aku harap.
Tuhan, semalam dia berkata bahwa sebuah status tidaklah penting. Aku akui, untuk saat ini, aku masih tak ingin terikat, apalagi ketika aku tahu dia masih menyimpan rasa pada masa lalu. Memang sebuah status tidak penting bagiku saat ini, sama seperti yang dia katakan. Namun kelak, aku membutuhkan sebuah keputusan mutlak, sebuah kepastian. Bukan semacam hak milik yang bisa dipindah tangan, aku bukan barang. Aku hanya ingin dimiliki, dipertahankan.
Tuhan, ajarkan aku untuk menatap hubungan ini. Aku tak ingin kehilangan dia, hanya itu, Tuhan. Aku tak ingin kehilangan perhatiannya, senyumnya, tawanya, pengertiannya, semua tentangnya.
Tuhan, ajarkan aku untuk menatap hubungan ini. Aku tak ingin kehilangan dia, hanya itu, Tuhan. Aku tak ingin kehilangan perhatiannya, senyumnya, tawanya, pengertiannya, semua tentangnya.
Bantu aku, Tuhan...
Amin...
:)
- V -

Tidak ada komentar:
Posting Komentar