Sabtu, 11 Februari 2012

Teringat Saat Itu

Semua orang tahu bagaimana rasanya rindu yang tak tersampaikan...
Semua orang tahu bagaimana rasanya dibuang walau masih ingin disentuh...
Semua orang tahu bagaimana dipersalahkan karena hal yang tidak kita perbuat...
Semua orang tahu bagaimana rasanya hina karena prasangka orang lain...

Ketika itu semua menderaku, aku diam tak berdaya...
Ketika itu semua menyergapku, aku menangis sendiri...
Ketika itu semua menghancurkan aku, aku berusaha bangkit...
Ketika itu semua melemahkan aku, aku berteduh pada Ilahi...

Sekarang, aku merindukan masa-masa bersamanya...
Sekarang, aku menangis merindukan tawanya...
Sekarang, aku hanya bisa merenungi kisah yang telah terlewat...
Sekarang, aku diam tak berkutik...

Kucoba melangkah dengan sisa-sisa kekuatan,
Tersenyum walau masih meringis kesakitan,
Biarkan mereka bilang aku bertopeng, aku hanya tidak ingin menunjukkan kelemahanku...

Kucoba untuk percaya pada tangan-tangan mereka,
Menjalani hidup dengan tawaran kebahagiaan,
Menyusuri kisah yang lebih baik,
Biarkan mereka bilang aku sok suci, aku hanya tak ingin jatuh pada lubang yang sama...

Jujur saja, aku masih ingin dan selalu ingin seperti dulu...
Saat aku masih bersamamu, melewati hari dengan senyum...
Menepuk punggungmu saat kau menangis, menyorakimu saat kau bahagia...

Kini, kau telah memiliki penggantiku...
Kalian tampak tak peduli padaku...
Jangan kira aku tidak tahu tawamu yang telah berpaling padaku...
Jangan kira aku tidak tahu bahagiamu yang telah tak hiraukan aku...

Tidak, aku tidak menghalangimu, aku hanya bertanya, "Apakah masa lalu kita sedemikian tidak berharganya buatmu? Hingga dengan mudah kau meninggalkan aku justru saat aku membutuhkanmu?"

Tidak, aku tidak memintamu untuk memilih antara aku dan dia, aku hanya bertanya, "Apakah aku sedemikian hina hingga kau membuangku dan tak lagi peduli padaku?"Aku tahu, dia yang kau sayang adalah masa depanmu, yang menjamin kebahagiaan untukmu, tak seperti aku yang tak mampu menjanjikan apapun untukmu.
Aku hanya aku, yang hanya memiliki pundak untuk kau gunakan saat lelah, sepasang telinga untuk mendengarkan semua ocehanmu, dan tangan yang siap menggamitmu ketika kau lemah.

Sakit hati ini mengingat kenangan dan kedekatan kita yang tak kau hargai...
Menangis hati ini saat aku tahu kau telah melupakan aku...

Aku hanya bisa terus berharap semoga kelak kita kembali bersua...
Melupakan kesalahan yang pernah terjadi...
SAHABAT, adakah kau menginginkan hal yang sama??

Tidak ada komentar: